Skip to content

Penulis: alfaridi

Desir Angin di Awal Hari

Hari ini, sungguh hari yang berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Hari yang ternyata tidak pernah aku syukuri, hari-hari bisa dekat dengan keluarga. Saat ku tulis post ini, hanya ada suara desiran angin, burung Tikukur yang bersahutan dan beberapa jenis burung yang aku tidak paham namanya. Hanya ada suara itu saja dan disertain dengan matahari yang sedang sangat berwibawa memancarkan panasnya.

Tenang? Mungkin. Tapi buat ku tidak. Banyak kerinduan yang selama ini aku sia-siakan. Semua berubah menjadi rasa sedih dan sesak di dada. Tanpa jamuan makanan yang selayaknya disuguhkan saat lebaran, tanpa teman bercanda dan berbincang.

Semua hal yang selama ini ternyata aku sia-siakan.

Selama sebulan terakhir, banyak pelajaran berharga yang aku dapat. Teman yang selalu ada saat kita benar-benar merasa kesepian adalah teman yang tidak boleh kamu lupakan. Teman yang memberikan hadiah kecil untukmu sekedar membuat hati menjadi gembira adalah teman yang mesti kamu jaga.

Aku pun bertemu dengan orang yang seperlunya saja, mungkin aku pun cukup seperlunya saja. Baik? Jelas tidak. Tapi sejujurnya, fokusku lebih aku utamakan untuk orang-orang yang pertama-tama aku sebutkan tadi.

Mungkin bertemu juga dengan orang-orang yang mencintaimu, tapi terkadang sering tiada saat kita benar-benar membutuhkan. Terkadang, cukup dengan berbincang beberapa menit bisa melepaskan segala penat yang tidak akan bisa diungkapkan tulisan 1000 halaman.

Ah, lagi-lagi sebuah omong kosong.

A Lonely Life

Sempet terpikir, kenapa aku sering merasa sekali sendiri. Setiap jalan yang aku lalui, acap kali harus aku selesaikan sendiri. Terkadang, iri melihat banyak orang yang mempunyai “gang” yang agak nggateli tapi saling support. Well, actually I have, tapi jalan kami sering berbeda dan saya pribadi harus sering berkompromi. Toxic? Tidak, mereka orang baik. Hanya aku muak saja harus terus yang berkompromi.

Mungkin, aku bukan tipikal yang disukai banyak orang? Bermanfaat untuk banyak orang? I don’t know. Tapi yang aku tau, they juat don’t give a fuck to me. Well… It’s okay…

But, this thing is suck more when you scream your pain and no one would want to hear you. We will die alone, but why the fuck I should life alone?

Sometimes, I just want to be heard. Not all the time. Just, sometimes.

But, in this lonely world, no one can hurt myself but me.

Sebuah Catatan Singkat

Berkembang dan menjadi bagian dari suatu komunitas. Seberapa banyak orang yang akan mengingatku saat aku mati?

Aku merasa bisa potensiku bisa jauh lebih berkembang daripada saat ini. Aku ingin belajar hal-hal baru. Aku ingin bisa dipercaya, aku susah payah berusaha tapi seolah tidak menemukan jalan keluar.

Sudah waktunya aku membayar tuntas hutang-hutangku dan berusaha melompat lebih tinggi.

Tidak ada yang akan mengingatmu ketika kamu mati. Aku tidak peduli berapa banyak yang mengingatku, tapi aku hanya berharap suatu saat nanti ada banyak orang yang bisa menghibur dan menguatkan orang-orang terdekatku.

Have a nice day 🙂